Minggu, 10 November 2013

Kembangkan Kebun Bibit dan Manfaatkan Lahan Perkarangan Anggota

RANTAU, Kelompok wanita tani Membangun desa Tirik Kecamatan Tapin Tengah mendapatkan bantuan senilai Rp.47 juta untuk mengembangkan keanekaragaman jenis tanaman pangan.Bantuan tersebut dikelola oleh kelompok tani untuk mengembangkan sendiri berbagai jenis tanaman.Bantuan itu dari Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian dalam programnya Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui konsep Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). Dikatakan Ayu Erliyanti, petugas pertanian lapangan (PPL) pendamping Kelompok Wanita Tani Desa Tirik didampingi Ketua Kelompok Wanita Membangun, Nour Sabani dalam program itu mengatakan, “Kita bersama kelompok wanita Tani Membangun Desa Tirik, dari bantuan tersebut kita budidayakan dengan pengembangan kebun bibit tanaman diperkarangan rumah masing-masing anggota seperti Cabai Merah, Cabai Rawit, Terong, Ketimun, Pare, Kacang Panjang, Sawi, Brokoli, tomat, dan lainnya dengan jumlah 14 jenis bibit tanaman, “katanya kepada matabanua. Bantuan bibit sudah diberdayakan oleh anggota kelompok wanita baik itu yang ditanam didemplot kebun bibit anggota dan juga ada yang ditanam di perkarangan rumah masing-masing anggota.Dan saat ini M-KRPL sedang diwujudkan juga ke dalam fasilitas umum seperti sekolah di desa Tirik yakni SDN Tirik.“Perkarangan sekolahnya akan dimanfaatkan dengan ditanami bibit tanaman, “katanya. Selain bibit tanaman, juga direncanakan akan dapat bantuan kembali, dimana rencananya bantuan itu akan dibudidayakan berupa bibit ikandan kolam ikan, serta hasil ternak yang dikelola bersama-sama kelompok tani wanita. Anggota Kelompok Tani Wanita Membangun ini setiap harinya mengurus kebun bibit mereka secara mandiri melalui Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL).Selain berkebun, kelompok tani ini juga membuat pupuk organik dengan mandiri untuk kebun bibitnya dengan harapan bibit tanaman yang dikelola dan ditanamnya dapat berhasil dan berkembang.Kalau sudah berkembang tanaman merekadisamping untuk keperluan hari-hari anggota hingga tak perlu lagi membeli dan cukup memetik saja di kebun perkarangan-nya dan ini bentuk penghematan, atau bisa jugadijual ke pasar karena hasil produksi kebun dari perkarangannya sudahmemberikan hasil yang banyak dan berhasil sukses. Kelompok Tani Wanita Membangun, Nour Sabani mengatakan, “Jumlah anggota kelompok tani Membangun di Desa Tirik jumlahnya ada 30 orang. Bibit tanaman tersebut saat ini masih kita kembangkan di perkarangan masing-masing anggota, dan juga di demplot kebun bibit yang dikelola bersamaa-sama anggota.Dan kami selaku ketua kelompok bersama anggota berharap sekali adanya pelatihan untuk kelompok kami terkait program yang dilaksanakan, “katanya. Terpisah Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian, H.Yusriansyah melalui Kordinator BPP mengatakan, “Ada 15 Kelompok Wanita Tani di Tapin yang mendapatkan bantuan sekaligus penerima manfaat kegiatan P2KP 2013. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan senilai Rp.47 juta, yang langsung ditransfer ke nomor rekening kelompok. Bantuan itu untuk mengoptimalkan pekarangan sekaligus memberi penghasilan, dan juga penyediaan gizi bagi warga, “katanya.

Bupati Tapin BUka Musda Perhiptani Tapin

RANTAU, ~ Bupati Tapin, HM.Arifin Arpan membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Tapin pada Kamis (10/10) kemarin bertempat di Pendopo Balihindang Rantau. Musda Perhiptani Kabupaten Tapin di-ikuti penyuluh pertanian, perternakan, perikanan, dan kehutanan se-Kabupaten Tapin dan juga dihadiri unsur DPW Perhiptani kalsel, Pengurus Daerah Perhiptani Tapin, dan Balai Penyuluhan Kecamatan Se-Tapin. Dan juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Tapin, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Tapin, dan sejumlah pejabat di Tapin. Ketua DPW Perhiptani Kalsel yang diwakilkan H.Syamsuri HS mengatakan dalam Musda yang diselenggarakan kemarin, “Musda Perhiptani di kabupaten Tapin seperti ini sudah lama tidak dilaksanakan dengan kurun waktu sekitar 10 tahunan lebih. Dan setelah bergantinya pimpinan daerah, baru kembali dilaksanakan Musda Perhiptani untuk melakukan pemilihan ketua dan pengurus Perhiptani Tapin periode 2013-2018. Musda juga telah dan akan dilaksanakan di Kabupaten Kota di Kalsel seperti di Batola selasa (8/10) kemarin, dan juga Tanah Bumbu, “katanya dalam sambutannya. Dikatakannya lagi, Potensi komoditi pertanian di daerah kita itu sangat besar namun sayangnya belum optimal kita manfaatkan. Mulai dari potensi pertanian, perkebunan, perternakan, sampai perikanan yang semuanya bisa kita kelola. Contohnya, satu komoditi seperti garam ternyata masih impor dan ini menandakan masih kurangnya penyuluh pertanian dan juga menurunya kreatifitas penyuluh sekarang, lantaran kurangnya pelatihan-pelatihan bagi para penyuluh. “Kalau sebelumnya dulu itu selalu diselenggarakan pelatihan bagi para penyuluh di Binuang, dimana Bupati Tapin waktu itu mendukung dan memperhatikan terhadap kemajuan di bidang pertanian waktu itu dengan menyelenggarakan pelatihan bagi para penyuluh. Semoga dengan adanya satu pengurus Perhiptani Tapin menjabat sebagai Wakil Bupati Tapin, daerah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian selalu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah terhadap kemajuan di bidang pertanian, “katanya. Dengan mengikuti pelatihan penyuluh memiliki keterampilan dalam mengelola usaha pertanian secara luas seperti berternak, bercocok tanam. Selain itu juga dapat menguasai teknologi terbaru sebagai bekal tugasnya yang didapat dari pelatihan hingga penyuluh berpeluang menciptakan inovasi disektor pertanian. Bupati Tapin, HM.Arifin Arpan dalam sambutannya menyambut baik kegiatan Musda yang dilaksanakan ini. Menurut Bupati Tapin, “Sesuai visi dan misi kami di Pemerintah Kabupaten Tapin sektor pertanian juga merupakan satu prioritas utama kita untuk mengembangkan dan memajukan pertanian di Kabupaten Tapin. Dan kita masih memfokuskan pertanian, hasil padi kita di Kabupaten Tapin setiap tahunnya selalu mengalami surplus beras dan kita mendapatkan peringkat urutan kedua di Kalsel setelah Batola. Untuk itu tetap dipertahankan dan difokuskan pertanian di Tapin, “katanya. Satu diantaranya program pengembangan disektor pertanian kita adalah pilot project hortikultura yang saat ini mulai dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tapin disalah satu kawasan didaerah ini. Hortikultura di Tapin seperti sayur dan buah belum optimal, karena itulah disamping menanam padi kita juga mulai kembangkan hortikultura dengan harapan kedepan dapat berhasil.

Pemkab Tapin Panen Raya Tomat dan Tanam Bawang Perdana

RANTAU, ~ Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin intens membina kelompok tani tanaman hortikultura di daerah ini. Satu kelompok tani binaannya yang ada di Tamponang Desa Sabah Kecamatan Bungur patut dijadikan contoh oleh kelompok tani lainnya di Tapin, karena kelompok tani ini disamping menanam Padi diareal lahan tanamannya juga menanam Ketimun, Tomat, Bawang, dan jenis sayuran lainnya. Bahkan disaat pimpinan daerah dan diantara pejabat SKPD turut menghadiri undangan Presiden SBY di Banjar Baru pada Rabu (23/10) kemarin, kelompok tani di Tamponang Desa Sabah Kecamatan Bungur, justru panen perdana tanaman tomat dan tanam perdana bawang merah. Panen Raya Tomat sekaligus tanam perdana bawang merah ini dihadiri tak hanya dari kelompok tani setempat dari Kabupaten Tapin saja, melainkan juga dihadiri kelompok tani dari Kabupaten lain di Kalsel diantaranya seperti Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Banjar. Selain itu, panen perdana tomat ini juga dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Tapin, H.Yusriansyah, dan juga Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin yang diwakilkan Kepala Bagian Bina Produksi, Wagimin. Bahkan ada dari perusahaan produsen bibit unggul PT.East West Seed Indonesia yang siap mendukung kelompok tani didaerah ini untuk mengembangkan tanaman hortikultura kedepannya. Kegiatan panen raya perdana tanaman tomat tersebut dirangkai dengan diskusi yang bersifat edukasi antara kelompok tani, petani, dengan tim ahli di bidang pertanian Hortikultura dari Produsen benih no 1 di Indonesia CAP PANAH MERAH. Secara langsung mendorong CAP PANAH MERAH melakukan temu lapang dengan petani di sentra penanaman tomat desa Tamponang Desa Sabah pada Rabu (23/10) kemarin dengan menampilkan 3 varietas tomat tahan virus sekaligus. Dalam acara yang dihadiri perwakilan petani tersebut, petani diajak langsung untuk melihat tanaman tomat di lahan pada beberapa fase pertumbuhan, sehingga diharapkan dapat menimba dan menerapkan ilmu budidaya yang didapatnya untuk kemajuan petani di daerah asalnya. Wakil dari dinas pertanian yang hadirpun memberikan dukungan penuh kepada petani untuk menanam varietas yang sudah tahan terhadap gemini virus, karena sejalan dengan program pertanian organik dari pemerintah. Penelitian dan pengembangan dari produsen PANAH MERAH sudah mendapatkan varietas-varietas tomat yang tahan gemini virus dan mampu berproduksi tinggi. Diantaranya seperti jenis tomat yang ditanam di Tamponang adalah; TANTYNA F1 yang tahan terhadap Gemini virus, tahan layu bakteri, dan toleran terhadap iklim panas. BETAVILA F1 yang juga tahan virus, berbuah besar dan lebat. Varietas tahan virus ini sudah diproduksi dan secara komersial sudah disebarkan kepada petani seluruh Indonesia. Sehingga para petani bisa kembali menanam tomat dengan biaya yang lebih sedikit dan berproduksi optimal, agar suplai sayuran tidak mengalami penurunan di pasaran. Kepala Bagian Bina Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin, Wagimin mengatakan, Soal pangan padi beras Alhamdulillah itu sudah surplus. Namun untuk hortikultura khususnya sayuran kita masih perlu untuk menggerakan potensi-potensi lahan kita dan juga menggerakan kelembagaan petani kita terutama didaerah tertentu di Tapin yang berpotensi untuk dikembangkan tanaman sayuran. Di Tapin dinilai masih kurangnya tanaman hortikultura seperti sayuran, karena petani di Tapin yang berusaha menanam jenis sayuran masih tergolong kecil sekali. Sebenarnya itu peluang agri bisnis dan peluang usaha bagi petani-petani kita khususnya yang menanam sayuran. Karena itu di Tapin tidak hanya tanaman padi, jagung, dan kedelai. Namun tanaman sayuran harus kita perhatikan, dan tahun ini tanaman sayuran kita kembangkan dengan sungguh-sungguh seperti di Desa Kakaran sudah kita kembangkan diatas lahan seluas 10 hektar, dan juga di Tamponang Desa Sabah itu kita kembangkan berbagai macam jenis tanaman sayuran. “Petani akan terus kita kembangkan, kita bimbing, kita kawal untuk memproduksi sayuran agar keperluan di Tapin tercukupi, karena usaha tani hortikultura jenis sayuran sangat menjanjikan dan sangat menguntungkan bagi petani kita karena umur tanaman sayuran itu sekitar dua bulan sudah bisa produksi, dan dibutuhkan kecangkalan para petani itu sendiri, “katanya. Sementara ditambahkan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Hortikultura Tapin, H.Yusriansyah mengatakan kesannya dalam menghadiri panen tanaman tomat kemarin. Sesuai dengan visi dan misi pak Bupati Tapin tepat sekali dengan apa yang dilaksanakan pada hari ini. Pertama kita sudah tahu bahwa Kabupaten Tapin sudah surplus beras, namun untuk jenis tanaman hortikultura di Tapin kita masih tertinggal jauh. Dan pada panen tomat kemarin, jenis tanaman hortikultura ini lebih menjanjikan kedepannya dan sangat berpotensi di Tapin. Terutama disaat musim-musim tidak memungkinkan menanam padi, dan saat itu bisa ditanami jenis tanaman hortikultura seperti bawang, melon, tomat, kedelai. “Karena jenis tanaman hortikultura ini pada musim-musim tertentu itu akan langka, dan harganya juga akan melonjak. Dengan adanya sentra penanaman tanaman hortikultura oleh kelompok tani di Desa Sabah tadi, menurut kami itu merupakan hal baru yang perlu dikembangkan oleh kelompok-kelompok tani lainnya di Tapin. Apalagi kegiatan penanamannya didukung oleh produsen bibit unggul PT.East West Seed Indonesia atau yang dikenal dengan panah merah yang memproduksi benih unggul jenis tanaman hortikultura. Dengan adanya demplot tanaman jenis hortikultura di desa Sabah, bibitnya bisa dikembangkan untuk kelompok tani lainnya di Tapin, “katanya. Menurutnya, “Hasil tanaman jenis hortikultura seperti tomat ini hasilnya luar biasa. Bahkan masyarakat terutama para petani di desa tersebut sangat antusias sekali untuk mengembangkan tanaman jenis hortikultura, juga kelompok taninya yang luar biasa, dimana terlihat bersungguh-sungguh merawat demplot kebun bibit hortikultura yang dibantu oleh pihak produsen, “katanya.