Minggu, 10 November 2013

Pemkab Tapin Panen Raya Tomat dan Tanam Bawang Perdana

RANTAU, ~ Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin intens membina kelompok tani tanaman hortikultura di daerah ini. Satu kelompok tani binaannya yang ada di Tamponang Desa Sabah Kecamatan Bungur patut dijadikan contoh oleh kelompok tani lainnya di Tapin, karena kelompok tani ini disamping menanam Padi diareal lahan tanamannya juga menanam Ketimun, Tomat, Bawang, dan jenis sayuran lainnya. Bahkan disaat pimpinan daerah dan diantara pejabat SKPD turut menghadiri undangan Presiden SBY di Banjar Baru pada Rabu (23/10) kemarin, kelompok tani di Tamponang Desa Sabah Kecamatan Bungur, justru panen perdana tanaman tomat dan tanam perdana bawang merah. Panen Raya Tomat sekaligus tanam perdana bawang merah ini dihadiri tak hanya dari kelompok tani setempat dari Kabupaten Tapin saja, melainkan juga dihadiri kelompok tani dari Kabupaten lain di Kalsel diantaranya seperti Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Banjar. Selain itu, panen perdana tomat ini juga dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Tapin, H.Yusriansyah, dan juga Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin yang diwakilkan Kepala Bagian Bina Produksi, Wagimin. Bahkan ada dari perusahaan produsen bibit unggul PT.East West Seed Indonesia yang siap mendukung kelompok tani didaerah ini untuk mengembangkan tanaman hortikultura kedepannya. Kegiatan panen raya perdana tanaman tomat tersebut dirangkai dengan diskusi yang bersifat edukasi antara kelompok tani, petani, dengan tim ahli di bidang pertanian Hortikultura dari Produsen benih no 1 di Indonesia CAP PANAH MERAH. Secara langsung mendorong CAP PANAH MERAH melakukan temu lapang dengan petani di sentra penanaman tomat desa Tamponang Desa Sabah pada Rabu (23/10) kemarin dengan menampilkan 3 varietas tomat tahan virus sekaligus. Dalam acara yang dihadiri perwakilan petani tersebut, petani diajak langsung untuk melihat tanaman tomat di lahan pada beberapa fase pertumbuhan, sehingga diharapkan dapat menimba dan menerapkan ilmu budidaya yang didapatnya untuk kemajuan petani di daerah asalnya. Wakil dari dinas pertanian yang hadirpun memberikan dukungan penuh kepada petani untuk menanam varietas yang sudah tahan terhadap gemini virus, karena sejalan dengan program pertanian organik dari pemerintah. Penelitian dan pengembangan dari produsen PANAH MERAH sudah mendapatkan varietas-varietas tomat yang tahan gemini virus dan mampu berproduksi tinggi. Diantaranya seperti jenis tomat yang ditanam di Tamponang adalah; TANTYNA F1 yang tahan terhadap Gemini virus, tahan layu bakteri, dan toleran terhadap iklim panas. BETAVILA F1 yang juga tahan virus, berbuah besar dan lebat. Varietas tahan virus ini sudah diproduksi dan secara komersial sudah disebarkan kepada petani seluruh Indonesia. Sehingga para petani bisa kembali menanam tomat dengan biaya yang lebih sedikit dan berproduksi optimal, agar suplai sayuran tidak mengalami penurunan di pasaran. Kepala Bagian Bina Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin, Wagimin mengatakan, Soal pangan padi beras Alhamdulillah itu sudah surplus. Namun untuk hortikultura khususnya sayuran kita masih perlu untuk menggerakan potensi-potensi lahan kita dan juga menggerakan kelembagaan petani kita terutama didaerah tertentu di Tapin yang berpotensi untuk dikembangkan tanaman sayuran. Di Tapin dinilai masih kurangnya tanaman hortikultura seperti sayuran, karena petani di Tapin yang berusaha menanam jenis sayuran masih tergolong kecil sekali. Sebenarnya itu peluang agri bisnis dan peluang usaha bagi petani-petani kita khususnya yang menanam sayuran. Karena itu di Tapin tidak hanya tanaman padi, jagung, dan kedelai. Namun tanaman sayuran harus kita perhatikan, dan tahun ini tanaman sayuran kita kembangkan dengan sungguh-sungguh seperti di Desa Kakaran sudah kita kembangkan diatas lahan seluas 10 hektar, dan juga di Tamponang Desa Sabah itu kita kembangkan berbagai macam jenis tanaman sayuran. “Petani akan terus kita kembangkan, kita bimbing, kita kawal untuk memproduksi sayuran agar keperluan di Tapin tercukupi, karena usaha tani hortikultura jenis sayuran sangat menjanjikan dan sangat menguntungkan bagi petani kita karena umur tanaman sayuran itu sekitar dua bulan sudah bisa produksi, dan dibutuhkan kecangkalan para petani itu sendiri, “katanya. Sementara ditambahkan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Hortikultura Tapin, H.Yusriansyah mengatakan kesannya dalam menghadiri panen tanaman tomat kemarin. Sesuai dengan visi dan misi pak Bupati Tapin tepat sekali dengan apa yang dilaksanakan pada hari ini. Pertama kita sudah tahu bahwa Kabupaten Tapin sudah surplus beras, namun untuk jenis tanaman hortikultura di Tapin kita masih tertinggal jauh. Dan pada panen tomat kemarin, jenis tanaman hortikultura ini lebih menjanjikan kedepannya dan sangat berpotensi di Tapin. Terutama disaat musim-musim tidak memungkinkan menanam padi, dan saat itu bisa ditanami jenis tanaman hortikultura seperti bawang, melon, tomat, kedelai. “Karena jenis tanaman hortikultura ini pada musim-musim tertentu itu akan langka, dan harganya juga akan melonjak. Dengan adanya sentra penanaman tanaman hortikultura oleh kelompok tani di Desa Sabah tadi, menurut kami itu merupakan hal baru yang perlu dikembangkan oleh kelompok-kelompok tani lainnya di Tapin. Apalagi kegiatan penanamannya didukung oleh produsen bibit unggul PT.East West Seed Indonesia atau yang dikenal dengan panah merah yang memproduksi benih unggul jenis tanaman hortikultura. Dengan adanya demplot tanaman jenis hortikultura di desa Sabah, bibitnya bisa dikembangkan untuk kelompok tani lainnya di Tapin, “katanya. Menurutnya, “Hasil tanaman jenis hortikultura seperti tomat ini hasilnya luar biasa. Bahkan masyarakat terutama para petani di desa tersebut sangat antusias sekali untuk mengembangkan tanaman jenis hortikultura, juga kelompok taninya yang luar biasa, dimana terlihat bersungguh-sungguh merawat demplot kebun bibit hortikultura yang dibantu oleh pihak produsen, “katanya.

0 komentar:

Posting Komentar